Rasa Sayang-Harapan-Cinta-Ketulusan
Indahnya cinta, kasih dan ketulusan menyayangi
kan slalu terindukan oleh mereka yang haus akan kasih sayang, ntah sampai kapan
hati kan terus menantikan dan merindukannya. Hati siapa yang tak mau bahkan tak
ingin berbagi kasih, walau hanya sedetik saja takkan menolak rasa yang begitu
dirindukan setiap insan. Begitu bahagianya melewati tiap detik kehidupan beriringan
dengan sang terkasih, kerasnya kehidupan pun terasa begitu mudah kala hati
slalu riang menyambut pagi. Dengan atau tanpa sang terkasih, semua insan
memiliki jalannya masing-masing mengaruhi hari-hari, menjalani tiap detik waktu
kehidupannya susah maupun senang. Tak ada yang tau begitu susahnya, bahkan
seberapa senangnya jalan hidup seorang insan melainkan dirinya sendiri yang
merasakan. Banyak yang melihat begitu bahagianya, begitu indah, dan betapa
mudahnya jalan hidup seseorang. Namun lain lagi yang benar terasa, bahagia yang
terlihat tak seberapa dengan bahagia yang dirasa. Tak sedikit duka yang
terselip dibalik bahagia, semua terjadi tuk jadikan bahagia walau duka mendalam
yang terasa.
CINTA, ntah apa yang terasa akan
kehadirannya. Namun yang pasti, semua insan merindukan kehadirannya. Indahnya dunia
kan jadi semakin indah kala cinta menyapa, ucap sang pujangga yang tlah terlena
diiringi cintanya yang penuh kasih. Banyak yang Ku jumpai kala mengaruhi tiap
detik waktuKu, begitu banyak cerita kasih yang begitu mempesona menjadikan hati
ini semakin merindukan hadirnya sang terkasih. Namun tak sedikit pula kisah perjalanan
yang tersayat nan menyedihkan dalam mengaruhi cerita bersama sang terkasih. Ntah
manakah kebahagiaan yang benar kenyataannya, semua insan punya kisah dan rasa
yang berbeda. Indah yang terlihat, belum benar adanya dengan apa yang dirasa.
Ku tak tau bagaimana kasih itu hadir
menyapa, yang Ku tau hati ini tlah terpesona akan pribadi seorang insan yang
selalu mengiringi setiap detik waktuKu. Kasih yang kurasa tak bisa kugambarkan,
ntah apa yang membuatKu menjadi begitu menyayangi hingga Ku rasa Aku pun tak
bisa mengakhirinya. Indahnya cinta yang Ku dengar kini Kurasa benar adanya. Hari-hariKu
selalu diiringinya, ntah apa jua yang membuatnya slalu ada untukKu setiap
waktu. Hingga suatu ketika rasa itu harus hilang dan pergi, ntah ingin atau
tidak. Ku tak tau apa yang ia rasa, dan apa yang akan terlewati setelahnya. Kecewalah
yang menemani setiap waktu, hari demi hari terasa begitu berat ditemani rasa
tak percaya dan penasaran akan apa yang tengah terjadi kala itu. Tanda tanya
yang tak kunjung usai hingga tahun demi tahun berlalu.
Ntah apa yang membuatKu masih saja diliputi
rasa yang tak kunjung mereda. Hati ini tak mengerti akan apa yang terjadi. Kasih
itu begitu cepat pergi meninggalkan harapan yang baru saja tumbuh menemani. Aneh
memang, mengapa harap itu masih saja ada kala ia telah tiada menemani hari-hari
ini. Tak sepadan memang, apa yang tengah terjadi dengan rasa yang masih
tertinggal ini. Mungkin memang hanya rasa harap nan tinggi yang harusnya hilang
bersama hadirmu yang telah memudar. Ku ikhlaskan semua yang terjadi, Ku coba
menuntun rasa ini tuk meninggalkan semua kenangan yang telah berlalu. Ku temukan
kembali kasih yang kan menggantikan hilangnya hadirnya disetiap hariKu, namun
apa yang kurasa berbeda. Dan tak lama setelah kebohongan yang terjadi, Ku akui
hingga saat itu Aku belum bisa menemukan pengganti diriMu yang begitu mengerti
inginKu. Namun aku tak bisa memungkiri kenyataan yang terjadi. Waktu terus
berlalu tak peduli dengan apa yang kurasa, Aku tau akan hal itu. Namun hati?? Siapa
yang mengerti dengan ingin yang tak kunjung surut. Tiap surut itu mulai terasa,
mengapa Kau datang membuatnya kembali meninggi, kembali menumbuhkan rasa ingin
yang pernah terasa. Salahkah diriKu?? Salahkah hati ini yang kembali berharap,
salahkah diriMu yang datang ntah hanya karna ingin menyapa, atau ada hal lain
yang membuatmu kembali mengisi hariKu. Aku tak tau akan semua itu. Andaikan Ku
tau akan hal itu, Ku ingin apa yang terjadi takkan membolakbalikkan rasa di hati
ini.
Bertahun-tahun Ku arungi waktu dengan
menyadarkan hati ini akan kenyataan yang terjadi, semua itu tak semudah dengan
apa yang terlihat teman. Mungkin apa yang kita lakukan akan terlihat begitu
mudah, namun lain dengan apa yang kita rasakan, apa yang akan kita lewati tiap
waktu yang berlalu. Mungkin bukan hanya satu atau dua insan yang merasakan hal
ini, Ku tau tak sedikit yang merasakan hal ini jua. Namun yang pasti, dibalik
semua yang telah terjadi percayalah teman keindahan dan kebahagiaan kan datang.
Aneh memang, mengapa diri ini berkata demikian walau telah terlihat jelas
sampai kini belum tentu jua berhasil menghentikan rasa yang ada. Ketahuilah teman,
kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita. Namun tak ada salahnya
kita tetap berusaha tuk menjadi lebih baik, berusaha tuk menguatkan rasa yang
berbeda tuk bisa mendapatkan hal lain yang kan jadikan hari-hari kita lebih
indah. Aku percaya akan hal itu, oleh karena itu aku terus menguatkan hati ini
tuk menyambut rasa yang kan bahagiakan hati ini.
Detik terus berganti hingga sampai pada
hari dimana rasa ini telah lelah, putus asa akan segala yang telah terjadi. Ku tau
ini adalah hal buruk yang tak seharusnya terjadi pada diri ini. Namun apalah
daya, kala hati telah lelah dan apa yang terjadi tak kunjung usai, suara-suara
yang enggan berhenti membisingkan telinga ini, rasanya tak ada lagi penguat,
pendorong serta penyemangat hati ini tuk terus berperasangka baik akan
takdirnya. Wajar memang, karna tidak semua berjalan lurus hingga ada rasa putus
asa, rasa tidak terima bahkan rasa ingin menyalahkan apa yang telah terjadi. Tapi
kita bisa apa? Mungkin pada akhirnya yang akan kita sadari semua sia-sia, semua
hanya akan membuat kita lega tuk sesaat, itu pun jika kita menyadarinya. Begitu
beratnya menjalani hidup ini jika memang kita tak pernah memahami akan setiap
hal yang telah terlewati. Kita dapat mempelajarinya tuk bisa melewati apa yang
akan kita hadapi nanti.
Mungkin karna alasan itulah Aku membenarkan
perkataan seorang pemain film Suspicious Partner “Akankah Aku menyesal,
menghentikan diriKu karna takut...
...memulai
hubungan baru...?”
Yahh, mungkin karna Aku begitu takut akan
merasakan hal yang pernah Ku rasakan sebelumnya, namun salahkah diriKu akan apa
yang Aku pilih? Aku hanya berusaha tuk tak merasakan rasa yang pernah aku
rasakan kedua kalinya. Pahamilah, pahami hati ini yang tak ingin lagi
tersakiti, pahamilah rasa ketakutan akan rasa sakit yang baru saja menghilang,
rasa percaya akan hadirnya kasih abadi yang mulai tumbuh ini berharap semoga
kan segera bertemu dengan sang terkasih. Maafkan jika pilihan ini terasa begitu
kejam bagiMu, begitu terasa sepihak yang membuat diriMu merasa tak ingin
melangkah mendekatiKu.
Ketahuilah, pilihanKu ini bukan berarti
membuat jarak diantara Aku dan Kamu yang ingin berdekatan. Pilihan ini hanya
tuk menguatkan hati agar mulai bangkit menatap harap yang berbeda, harap yang
kan mengabulkan semua ingin yang selama ini hanya terbang dan tak kunjung
kembali menjadi kenyataan. Yahh, tak selamanya yang kita maksud sama dengan apa
yang orang lain artikan. Oleh karna itu pahamilah, pahami akan apa yang
tersampaikan, pahami segala yang telah terjadi, perjelas apa yang menurutmu
belum kau pahami hingga semua sama arti dan maksudnya hingga terlihat terang
diantara keduanya.
Penyesalan akan suatu pilihan itu suatu hal
yang wajar, dan itu bukan hal yang tidak mungkin, karna dalam kehidupan ini
tidak ada hal yang tidak mungkin. Semua bisa saja terjadi, dan kapan saja bisa
terjadi. Dan yang terpenting, siapkah kau akan waktu itu? Aku pun ingin tuk
mulai membangun rasa yang lain, dengan sang kasih yang mungkin dialah jawaban
akan harap selama ini. Namun Aku pun tak tau siapakah dia, apakah dia yang kini
menemani? Ataukah kasih lainnya yang masih ntah dimana keberadaannya. Karnanya Ku
pikir perkataan itu akan sejalan dengan apa yang Aku lakukan. Ku batasi
langkahku, bukan berarti Aku tak melangkah. Namun ku hanya ingin berusaha tuk
bersabar menjalaninya, walau memang terkadang begitu menyiksa namun ku tetap
jalani ini semua. Aku memang tak mudah memulai hubungan karna Ku tak ingin
mengulang hal yang sama. Seperti kata aktor kala itu, “akankah Aku menyesal?...”
mungkin saja aku menyesalinya suatu hari nanti karna Aku juga tak tau apa yang
akan terjadi satu detik lagi. Dan karna penyesalan memang akan hadir di akhir
kala semua telah terjadi. Aku disini hanya ingin mencoba tuk melindungi hati,
hati yang tak ingin terlukai lagi, yang akan mencoba memulai jika memang Kuyakini
dialah yang kan menjadikan hubungan yang begitu indah dan hadirkan rasa bahagia.
Begitu banyak kisah dan rasa yang terjadi
selama ini, yang terlewati oleh seorang, sepasang, atau sekelompok insan di
dunia ini. Mungkin secuil imaji ini menjadi bacaan yang dapat menyadarkan kita,
menguatkan rasa yang mungkin pernah memudar, atau membangkitkan kepercayaan
yang telah hilang. Ku tak tau bagaimana pembaca mengartikan apa yang telah
terkisahkan ini, namun ketahuilah rasa yang kita alami kala melalui jalan hidup
ini akan sama dengan apa yang kita yakini. Bahagia kan kita rasa kala kita
mencoba tuk selalu bahagia melewati semuanya, begitu pun sebaliknya teman. Marilah
mencoba terus berusaha tuk selalu bahagia melewati hari-hari kita yang kan
membawa pada kebahagiaan yang abadi.
Komentar
Posting Komentar