Langsung ke konten utama

Pengharap Kasih




Rasa Sayang-Harapan-Cinta-Ketulusan


Indahnya cinta, kasih dan ketulusan menyayangi kan slalu terindukan oleh mereka yang haus akan kasih sayang, ntah sampai kapan hati kan terus menantikan dan merindukannya. Hati siapa yang tak mau bahkan tak ingin berbagi kasih, walau hanya sedetik saja takkan menolak rasa yang begitu dirindukan setiap insan. Begitu bahagianya melewati tiap detik kehidupan beriringan dengan sang terkasih, kerasnya kehidupan pun terasa begitu mudah kala hati slalu riang menyambut pagi. Dengan atau tanpa sang terkasih, semua insan memiliki jalannya masing-masing mengaruhi hari-hari, menjalani tiap detik waktu kehidupannya susah maupun senang. Tak ada yang tau begitu susahnya, bahkan seberapa senangnya jalan hidup seorang insan melainkan dirinya sendiri yang merasakan. Banyak yang melihat begitu bahagianya, begitu indah, dan betapa mudahnya jalan hidup seseorang. Namun lain lagi yang benar terasa, bahagia yang terlihat tak seberapa dengan bahagia yang dirasa. Tak sedikit duka yang terselip dibalik bahagia, semua terjadi tuk jadikan bahagia walau duka mendalam yang terasa.
CINTA, ntah apa yang terasa akan kehadirannya. Namun yang pasti, semua insan merindukan kehadirannya. Indahnya dunia kan jadi semakin indah kala cinta menyapa, ucap sang pujangga yang tlah terlena diiringi cintanya yang penuh kasih. Banyak yang Ku jumpai kala mengaruhi tiap detik waktuKu, begitu banyak cerita kasih yang begitu mempesona menjadikan hati ini semakin merindukan hadirnya sang terkasih. Namun tak sedikit pula kisah perjalanan yang tersayat nan menyedihkan dalam mengaruhi cerita bersama sang terkasih. Ntah manakah kebahagiaan yang benar kenyataannya, semua insan punya kisah dan rasa yang berbeda. Indah yang terlihat, belum benar adanya dengan apa yang dirasa.
Ku tak tau bagaimana kasih itu hadir menyapa, yang Ku tau hati ini tlah terpesona akan pribadi seorang insan yang selalu mengiringi setiap detik waktuKu. Kasih yang kurasa tak bisa kugambarkan, ntah apa yang membuatKu menjadi begitu menyayangi hingga Ku rasa Aku pun tak bisa mengakhirinya. Indahnya cinta yang Ku dengar kini Kurasa benar adanya. Hari-hariKu selalu diiringinya, ntah apa jua yang membuatnya slalu ada untukKu setiap waktu. Hingga suatu ketika rasa itu harus hilang dan pergi, ntah ingin atau tidak. Ku tak tau apa yang ia rasa, dan apa yang akan terlewati setelahnya. Kecewalah yang menemani setiap waktu, hari demi hari terasa begitu berat ditemani rasa tak percaya dan penasaran akan apa yang tengah terjadi kala itu. Tanda tanya yang tak kunjung usai hingga tahun demi tahun berlalu.
Ntah apa yang membuatKu masih saja diliputi rasa yang tak kunjung mereda. Hati ini tak mengerti akan apa yang terjadi. Kasih itu begitu cepat pergi meninggalkan harapan yang baru saja tumbuh menemani. Aneh memang, mengapa harap itu masih saja ada kala ia telah tiada menemani hari-hari ini. Tak sepadan memang, apa yang tengah terjadi dengan rasa yang masih tertinggal ini. Mungkin memang hanya rasa harap nan tinggi yang harusnya hilang bersama hadirmu yang telah memudar. Ku ikhlaskan semua yang terjadi, Ku coba menuntun rasa ini tuk meninggalkan semua kenangan yang telah berlalu. Ku temukan kembali kasih yang kan menggantikan hilangnya hadirnya disetiap hariKu, namun apa yang kurasa berbeda. Dan tak lama setelah kebohongan yang terjadi, Ku akui hingga saat itu Aku belum bisa menemukan pengganti diriMu yang begitu mengerti inginKu. Namun aku tak bisa memungkiri kenyataan yang terjadi. Waktu terus berlalu tak peduli dengan apa yang kurasa, Aku tau akan hal itu. Namun hati?? Siapa yang mengerti dengan ingin yang tak kunjung surut. Tiap surut itu mulai terasa, mengapa Kau datang membuatnya kembali meninggi, kembali menumbuhkan rasa ingin yang pernah terasa. Salahkah diriKu?? Salahkah hati ini yang kembali berharap, salahkah diriMu yang datang ntah hanya karna ingin menyapa, atau ada hal lain yang membuatmu kembali mengisi hariKu. Aku tak tau akan semua itu. Andaikan Ku tau akan hal itu, Ku ingin apa yang terjadi takkan membolakbalikkan rasa di hati ini.
Bertahun-tahun Ku arungi waktu dengan menyadarkan hati ini akan kenyataan yang terjadi, semua itu tak semudah dengan apa yang terlihat teman. Mungkin apa yang kita lakukan akan terlihat begitu mudah, namun lain dengan apa yang kita rasakan, apa yang akan kita lewati tiap waktu yang berlalu. Mungkin bukan hanya satu atau dua insan yang merasakan hal ini, Ku tau tak sedikit yang merasakan hal ini jua. Namun yang pasti, dibalik semua yang telah terjadi percayalah teman keindahan dan kebahagiaan kan datang. Aneh memang, mengapa diri ini berkata demikian walau telah terlihat jelas sampai kini belum tentu jua berhasil menghentikan rasa yang ada. Ketahuilah teman, kita tak pernah tahu apa yang akan terjadi pada kita. Namun tak ada salahnya kita tetap berusaha tuk menjadi lebih baik, berusaha tuk menguatkan rasa yang berbeda tuk bisa mendapatkan hal lain yang kan jadikan hari-hari kita lebih indah. Aku percaya akan hal itu, oleh karena itu aku terus menguatkan hati ini tuk menyambut rasa yang kan bahagiakan hati ini.
Detik terus berganti hingga sampai pada hari dimana rasa ini telah lelah, putus asa akan segala yang telah terjadi. Ku tau ini adalah hal buruk yang tak seharusnya terjadi pada diri ini. Namun apalah daya, kala hati telah lelah dan apa yang terjadi tak kunjung usai, suara-suara yang enggan berhenti membisingkan telinga ini, rasanya tak ada lagi penguat, pendorong serta penyemangat hati ini tuk terus berperasangka baik akan takdirnya. Wajar memang, karna tidak semua berjalan lurus hingga ada rasa putus asa, rasa tidak terima bahkan rasa ingin menyalahkan apa yang telah terjadi. Tapi kita bisa apa? Mungkin pada akhirnya yang akan kita sadari semua sia-sia, semua hanya akan membuat kita lega tuk sesaat, itu pun jika kita menyadarinya. Begitu beratnya menjalani hidup ini jika memang kita tak pernah memahami akan setiap hal yang telah terlewati. Kita dapat mempelajarinya tuk bisa melewati apa yang akan kita hadapi nanti.
Mungkin karna alasan itulah Aku membenarkan perkataan seorang pemain film Suspicious Partner “Akankah Aku menyesal, menghentikan diriKu karna takut...
...memulai hubungan baru...?”
Yahh, mungkin karna Aku begitu takut akan merasakan hal yang pernah Ku rasakan sebelumnya, namun salahkah diriKu akan apa yang Aku pilih? Aku hanya berusaha tuk tak merasakan rasa yang pernah aku rasakan kedua kalinya. Pahamilah, pahami hati ini yang tak ingin lagi tersakiti, pahamilah rasa ketakutan akan rasa sakit yang baru saja menghilang, rasa percaya akan hadirnya kasih abadi yang mulai tumbuh ini berharap semoga kan segera bertemu dengan sang terkasih. Maafkan jika pilihan ini terasa begitu kejam bagiMu, begitu terasa sepihak yang membuat diriMu merasa tak ingin melangkah mendekatiKu.
Ketahuilah, pilihanKu ini bukan berarti membuat jarak diantara Aku dan Kamu yang ingin berdekatan. Pilihan ini hanya tuk menguatkan hati agar mulai bangkit menatap harap yang berbeda, harap yang kan mengabulkan semua ingin yang selama ini hanya terbang dan tak kunjung kembali menjadi kenyataan. Yahh, tak selamanya yang kita maksud sama dengan apa yang orang lain artikan. Oleh karna itu pahamilah, pahami akan apa yang tersampaikan, pahami segala yang telah terjadi, perjelas apa yang menurutmu belum kau pahami hingga semua sama arti dan maksudnya hingga terlihat terang diantara keduanya.
Penyesalan akan suatu pilihan itu suatu hal yang wajar, dan itu bukan hal yang tidak mungkin, karna dalam kehidupan ini tidak ada hal yang tidak mungkin. Semua bisa saja terjadi, dan kapan saja bisa terjadi. Dan yang terpenting, siapkah kau akan waktu itu? Aku pun ingin tuk mulai membangun rasa yang lain, dengan sang kasih yang mungkin dialah jawaban akan harap selama ini. Namun Aku pun tak tau siapakah dia, apakah dia yang kini menemani? Ataukah kasih lainnya yang masih ntah dimana keberadaannya. Karnanya Ku pikir perkataan itu akan sejalan dengan apa yang Aku lakukan. Ku batasi langkahku, bukan berarti Aku tak melangkah. Namun ku hanya ingin berusaha tuk bersabar menjalaninya, walau memang terkadang begitu menyiksa namun ku tetap jalani ini semua. Aku memang tak mudah memulai hubungan karna Ku tak ingin mengulang hal yang sama. Seperti kata aktor kala itu, “akankah Aku menyesal?...” mungkin saja aku menyesalinya suatu hari nanti karna Aku juga tak tau apa yang akan terjadi satu detik lagi. Dan karna penyesalan memang akan hadir di akhir kala semua telah terjadi. Aku disini hanya ingin mencoba tuk melindungi hati, hati yang tak ingin terlukai lagi, yang akan mencoba memulai jika memang Kuyakini dialah yang kan menjadikan hubungan yang begitu indah dan hadirkan rasa bahagia.
Begitu banyak kisah dan rasa yang terjadi selama ini, yang terlewati oleh seorang, sepasang, atau sekelompok insan di dunia ini. Mungkin secuil imaji ini menjadi bacaan yang dapat menyadarkan kita, menguatkan rasa yang mungkin pernah memudar, atau membangkitkan kepercayaan yang telah hilang. Ku tak tau bagaimana pembaca mengartikan apa yang telah terkisahkan ini, namun ketahuilah rasa yang kita alami kala melalui jalan hidup ini akan sama dengan apa yang kita yakini. Bahagia kan kita rasa kala kita mencoba tuk selalu bahagia melewati semuanya, begitu pun sebaliknya teman. Marilah mencoba terus berusaha tuk selalu bahagia melewati hari-hari kita yang kan membawa pada kebahagiaan yang abadi.

Komentar